Jumat, 19 Agustus 2011

"Belajar ~ Hidup"

Hidup adalah belajar...

Belajar bersyukur mesti tak cukup...
Belajar ikhlas mesti tak rela...
Belajar taat meski berat...
Belajar memahami meski tak sehati...
Belajar bersabar meski terbebani...
Belajar setia meski tergoda...

Rabu, 17 Agustus 2011

Surat Al-Fātiĥah - سورة الفاتحة

In the name of Allah , the Entirely Merciful, the Especially Merciful.


[All] praise is [due] to Allah , Lord of the worlds -


The Entirely Merciful, the Especially Merciful,


Sovereign of the Day of Recompense.


It is You we worship and You we ask for help.


Guide us to the straight path -


The path of those upon whom You have bestowed favor, not of those who have evoked [Your] anger or of those who are astray.



Jumat, 12 Agustus 2011

Bukti Tuhan itu Ada


Bukti Tuhan itu Ada 


Assalamu’alaikum wr wb, 
Beriman bahwa Tuhan itu ada adalah iman yang paling utama. Jika seseorang sudah tidak percaya bahwa Tuhan itu ada, maka sesungguhnya orang itu dalam kesesatan yang nyata.Benarkah Tuhan itu ada? Kita tidak pernah melihat Tuhan. Kita juga tidak pernah bercakap-cakap dengan Tuhan. Karena itu, tidak heran jika orang-orang atheist menganggap Tuhan itu tidak ada. Cuma khayalan orang belaka.Ada kisah zaman dulu tentang orang atheist yang tidak percaya dengan Tuhan. Dia mengajak berdebat seorang alim mengenai ada atau tidak adanya Tuhan. Di antara pertanyaannya adalah: “Benarkah Tuhan itu ada” dan “Jika ada, di manakah Tuhan itu?”Ketika orang atheist itu menunggu bersama para penduduk di kampung tersebut, orang alim itu belum juga datang. Ketika orang atheist dan para penduduk berpikir bahwa orang alim itu tidak akan datang, barulah muncul orang alim tersebut.“Maaf jika kalian menunggu lama. Karena hujan turun deras, maka sungai menjadi banjir, sehingga jembatannya hanyut dan saya tak bisa menyeberang. Alhamdulillah tiba-tiba ada sebatang pohon yang tumbang. Kemudian, pohon tersebut terpotong-potong ranting dan dahannya dengan sendirinya, sehingga jadi satu batang yang lurus, hingga akhirnya menjadi perahu. Setelah itu, baru saya bisa menyeberangi sungai dengan perahu tersebut.” Begitu orang alim itu berkata.Si Atheist dan juga para penduduk kampung tertawa terbahak-bahak. Dia berkata kepada orang banyak, “Orang alim ini sudah gila rupanya. Masak pohon bisa jadi perahu dengan sendirinya. Mana bisa perahu jadi dengan sendirinya tanpa ada yang membuatnya!” Orang banyak pun tertawa riuh.Setelah tawa agak reda, orang alim pun berkata, “Jika kalian percaya bahwa perahu tak mungkin ada tanpa ada pembuatnya, kenapa kalian percaya bahwa bumi, langit, dan seisinya bisa ada tanpa penciptanya? Mana yang lebih sulit, membuat perahu, atau menciptakan bumi, langit, dan seisinya ini?”Mendengar perkataan orang alim tersebut, akhirnya mereka sadar bahwa mereka telah terjebak oleh pernyataan mereka sendiri.“Kalau begitu, jawab pertanyaanku yang kedua,” kata si Atheist. “Jika Tuhan itu ada, mengapa dia tidak kelihatan. Di mana Tuhan itu berada?” Orang atheist itu berpendapat, karena dia tidak pernah melihat Tuhan, maka Tuhan itu tidak ada.Orang alim itu kemudian menampar pipi si atheist dengan keras, sehingga si atheist merasa kesakitan.“Kenapa anda memukul saya? Sakit sekali.” Begitu si Atheist mengaduh.Si Alim bertanya, “Ah mana ada sakit. Saya tidak melihat sakit. Di mana sakitnya?”“Ini sakitnya di sini,” si Atheist menunjuk-nunjuk pipinya.“Tidak, saya tidak melihat sakit. Apakah para hadirin melihat sakitnya?” Si Alim bertanya ke orang banyak.Orang banyak berkata, “Tidak!”“Nah, meski kita tidak bisa melihat sakit, bukan berarti sakit itu tidak ada. Begitu juga Tuhan. Karena kita tidak bisa melihat Tuhan, bukan berarti Tuhan itu tidak ada. Tuhan ada. Meski kita tidak bisa melihatNya, tapi kita bisa merasakan ciptaannya.” Demikian si Alim berkata.Sederhana memang pembuktian orang alim tersebut. Tapi pernyataan bahwa Tuhan itu tidak ada hanya karena panca indera manusia tidak bisa mengetahui keberadaan Tuhan adalah pernyataan yang keliru.Berapa banyak benda yang tidak bisa dilihat atau didengar manusia, tapi pada kenyataannya benda itu ada?Betapa banyak benda langit yang jaraknya milyaran, bahkan mungkin trilyunan cahaya yang tidak pernah dilihat manusia, tapi benda itu sebenarnya ada?Berapa banyak zakat berukuran molekul, bahkan nukleus (rambut dibelah 1 juta), sehingga manusia tak bisa melihatnya, ternyata benda itu ada? (manusia baru bisa melihatnya jika meletakan benda tersebut ke bawah mikroskop yang amat kuat).Berapa banyak gelombang (entah radio, elektromagnetik. Listrik, dan lain-lain) yang tak bisa dilihat, tapi ternyata hal itu ada.Benda itu ada, tapi panca indera manusia lah yang terbatas, sehingga tidak mengetahui keberadaannya.Kemampuan manusia untuk melihat warna hanya terbatas pada beberapa frekuensi tertentu, demikian pula suara. Terkadang sinar yang amat menyilaukan bukan saja tak dapat dilihat, tapi dapat membutakan manusia. Demikian pula suara dengan frekuensi dan kekerasan tertentu selain ada yang tak bisa didengar juga ada yang mampu menghancurkan pendengaran manusia. Jika untuk mengetahui keberadaan ciptaan Allah saja manusia sudah mengalami kesulitan, apalagi untuk mengetahui keberadaan Sang Maha Pencipta!Memang sulit membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Tapi jika kita melihat pesawat terbang, mobil, TV, dan lain-lain, sangat tidak masuk akal jika kita berkata semua itu terjadi dengan sendirinya. Pasti ada pembuatnya.Jika benda-benda yang sederhana seperti korek api saja ada pembuatnya, apalagi dunia yang jauh lebih kompleks.Bumi yang sekarang didiami oleh sekitar 8 milyar manusia, keliling lingkarannya sekitar 40 ribu kilometer panjangnya. Matahari, keliling lingkarannya sekitar 4,3 juta kilometer panjangnya.Matahari, dan 9 planetnya yang tergabung dalam Sistem Tata Surya, tergabung dalam galaksi Bima Sakti yang panjangnya sekitar 100 ribu tahun cahaya (kecepatan cahaya=300 ribu kilometer/detik!) bersama sekitar 100 milyar bintang lainnya. Galaksi Bima Sakti, hanyalah 1 galaksi di antara ribuan galaksi lainnya yang tergabung dalam 1 “Cluster”. Cluster ini bersama ribuan Cluster lainnya membentuk 1 Super Cluster. Sementara ribuan Super Cluster ini akhirnya membentuk “Jagad Raya” (Universe) yang bentangannya sejauh 30 Milyar Tahun Cahaya! Harap diingat, angka 30 Milyar Tahun Cahaya baru angka estimasi saat ini, karena jarak pandang teleskop tercanggih baruBayangkan, jika jarak bumi dengan matahari yang 150 juta kilometer ditempuh oleh cahaya hanya dalam 8 menit, maka seluruh Jagad Raya baru bisa ditempuh selama 30 milyar tahun cahaya. Itulah kebesaran ciptaan Allah! Jika kita yakin akan kebesaran ciptaan Tuhan, maka hendaknya kita lebih meyakini lagi kebesaran penciptanya.Dalam Al Qur’an, Allah menjelaskan bahwa Dialah yang menciptakan langit, bintang, matahari, bulan, dan lain-lain:“Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.” [Al Furqoon:61]Ada jutaan orang yang mengatur lalu lintas jalan raya, laut, dan udara. Mercusuar sebagai penunjuk arah di bangun, demikian pula lampu merah dan radar. Menara kontrol bandara mengatur lalu lintas laut dan udara. Sementara tiap kendaraan ada pengemudinya. Bahkan untuk pesawat terbang ada Pilot dan Co-pilot, sementara di kapal laut ada Kapten, juru mudi, dan lain-lain. Toh, ribuan kecelakaan selalu terjadi di darat, laut, dan udara. Meski ada yang mengatur, tetap terjadi kecelakaan lalu lintas.Sebaliknya, bumi, matahari, bulan, bintang, dan lain-lain selalu beredar selama milyaran tahun lebih (umur bumi diperkirakan sekitar 4,5 milyar tahun) tanpa ada tabrakan. Selama milyaran tahun, tidak pernah bumi menabrak bulan, atau bulan menabrak matahari. Padahal tidak ada rambu-rambu jalan, polisi, atau pun pilot yang mengendarai. Tanpa ada Tuhan yang Maha Mengatur, tidak mungkin semua itu terjadi. Semua itu terjadi karena adanya Tuhan yang Maha Pengatur. Allah yang telah menetapkan tempat-tempat perjalanan (orbit) bagi masing-masing benda tersebut. Jika kita sungguh-sungguh memikirkan hal ini, tentu kita yakin bahwa Tuhan itu ada.“Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” [Yunus:5]“Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis edarnya.” [Yaa Siin:40]Sungguhnya orang-orang yang memikirkan alam, insya Allah akan yakin bahwa Tuhan itu ada:“Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.” [Ar Ra'd:2]“(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” [Ali Imron:191]Terhadap manusia-manusia yang sombong dan tidak mengakui adanya Tuhan, Allah menanyakan kepada mereka tentang makhluk ciptaannya. Manusiakah yang menciptakan, atau Tuhan yang Maha Pencipta:“Maka terangkanlah kepadaku tentang nutfah yang kamu pancarkan. Kamukah yang menciptakannya, atau Kamikah yang menciptakannya?” [Al Waaqi'ah:58-59]“Maka terangkanlah kepadaku tentang yang kamu tanam? Kamukah yang menumbuhkannya ataukah Kami yang menumbuhkannya?” [Al Waaqi'ah:63-64]“Kamukah yang menjadikan kayu itu atau Kamikah yang menjadikannya?” [Al Waaqi'ah:72]Di ayat lain, bahkan Allah menantang pihak lain untuk menciptakan lalat jika mereka mampu. Manusia mungkin bisa membuat robot dari bahan-bahan yang sudah diciptakan oleh Allah. Tapi untuk menciptakan seekor lalat dari tiada menjadi ada serta makhluk yang bisa bereproduksi (beranak-pinak), tak ada satu pun yang bisa menciptakannya kecuali Allah:“…Sesungguhnya segala yang kamu seru selain Allah sekali-kali tidak dapat menciptakan seekor lalatpun, walaupun mereka bersatu untuk menciptakannya. Dan jika lalat itu merampas sesuatu dari mereka, tiadalah mereka dapat merebutnya kembali dari lalat itu. Amat lemahlah yang menyembah dan amat lemah (pulalah) yang disembah.” [Al Hajj:73]Sesungguhnya, masih banyak ayat-ayat Al Qur’an lainnya yang menjelaskan bahwa sesungguhnya, Tuhan itu ada, dan Dia lah yang Maha Pencipta
Wassalam... :D

Kamis, 04 Agustus 2011

5 Tantangan Berat Bagi Orang Yang Beriman

Orang beriman itu berada diantara lima tantangan berat :


1. Orang mukmin yang mendengkinya;


2. Orang munafik yang membencinya;


3. Orang kafir yang terus memerangi;


4. Hawa nafsu yang terus melawan, dan


5. Setan yang menyesatkan

Selasa, 02 Agustus 2011

YANG MANAKAH KITA ?


(¯`v´¯)♥** YANG MANAKAH KITA ? ** ♥.(¯`v´¯)`•.¸.•` ❤`♥ (´'`v´'`) ♥♥♥♥♥♥♥♥♥♥(´'`v´'`)`•.¸.•`❤`♥ ♥ •.¸¸❤❤`♥ ♥ •.¸¸❤`•.¸.¸¸.•* ♥♥..♥`•.¸.•´.(¯`v´¯)(¯`v´¯).`•.¸.•´♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥♥♥♥•*¨*•.¸¸¸¸.•*¨*•♥
~ Siapakah orang yang sibuk ? Orang yang sibuk adalah orang yang tidak mengambil pusing akan waktu shalatnya seolah-olah ia mempunyai kerajaan seperti kerajaan Nabi Sulaiman a.s.
~ Siapakah orang yang manis senyumannya? Orang yang mempunyai senyuman yang manis adalah orang yang di timpa musibah lalu dia kata "Inna lillahi wainna illaihi rajiuun." Lalu sambil berkata, "Ya Rabbi Aku ridha dengan ketentuanMu ini", sambil mengukir senyuman.
~ Siapakah orang yang kaya? Orang yang kaya adalah orang yang bersyukur dengan apa yang ada dan tidak lupa akan kenikmatan dunia yang sementara ini.
 ~ Siapakah orang yang miskin? Orang yang miskin adalah orang tidak puas dengan nikmat yang ada senantiasa menumpuk-numpukkan harta.
~ Siapakah orang yang rugi? Orang yang rugi adalah orang yang sudah sampai usia pertengahan namun masih berat untuk melakukan ibadat dan amal-amal kebaikan.
 ~ Siapakah orang yang paling cantik? Orang yang paling cantik adalah orang yang mempunyai akhlak yang baik.
~ Siapakah orang yang mempunyai rumah yang paling luas? Orang yang mempunyai rumah yang paling luas adalah orang yang mati membawa amal-amal kebaikan di mana kuburnya akan di perluaskan kemana mata memandang.
~ Siapakah orang yang mempunyai rumah yang sempit lagi menghimpit? Orang yang mempunyai rumah yang sempit adalah orang yang mati tidak membawa amal-amal kebaikan lalu kuburnya menghimpitnya.
~ Siapakah orang yang mempunyai akal? Orang yang mempunyai akal adalah orang-orang yang menghuni surga kelak karena telah mengunakan akal sewaktu di dunia untuk menghindari siksa neraka.
~ Siapakah orang yang bijak? Orang yang bijak ialah org yang tidak membiarkan atau membuang tulisan ini begitu saja, malah dia akan menyampaikan pula pada orang lain untuk dimanfaatkan dan mengambil contoh sebagai sandaran dan pedoman kehidupan sehari-hari.
(¯`v´¯) `•.¸.•´`•.¸.¸¸.•*SALAM UKHUWAH*•.¸¸❤••*••❤ ¸¸.•*¨*•♫♥

KISAH SI MANTEL MERAH DAN BIRU


ASSALAMU`ALAIKUM :D
Alkisah ada dua orang sahabat sejak kecil dan mereka bertekad untuk tetap menjaga persahabatan mereka selamanya. Ketika mereka tumbuh dewasa dan menikah, mereka membangun rumah-rumah mereka saling berhadapan hanya sebuah jalan kecil yang membentuk perbatasan antara ladang-ladang mereka.
Suatu hari, seorang penipu dari desa memutuskan untuk memainkan triknya.
Sang penipu mengenakan mantel ini dan berjalan sepanjang jalan sempit di antara rumah-rumah kedua sahabat tersebut. Mereka sedang bekerja di ladang mereka masing-masing. Sang penipu sengaja membuat suara yang cukup berisik untuk memastikan bahwa masing-masing dari mereka bisa mendengar dan melihat dia lewat.
Ketika sore hari seorang teman berkata kepada yang lain,
"Bukankah itu pria yang tadi siang mengenakan mantel merah ?"
"Bukan", jawab si B
"Itu adalah mantel biru. Saya melihatnya dengan jelas ketika ia berjalan di antara kita !
" Kata si A, tidak, tadi dia mengenakan mantel merah."
" Kau salah ! " Si B berkata, "Aku melihatnya juga, dan warnanya biru."
"Aku tahu apa yang kulihat ! " Si B bersikeras.
"Mantel merah ! , jawab si A dengan penuh kemarahan…Kau tidak tahu apa-apa,"
" Tidak, itu mantel biru !"
Mereka terus berdebat tentang hal itu berulang-ulang, menghina satu sama lain dan akhirnya mereka mulai memukul dan menyakiti satu sama lain dan berguling-guling di atas tanah.
Tak lama berselang sang penipu kembali melewati kedua sahabat yang sedang bertengkar, saling memukul dan menendang satu sama lain dan berteriak-teriak, "Persahabatan kita telah berakhir ! "
Sang penipu berjalan langsung di depan mereka dan menunjukkan kepada mereka mantelnya. Dia tertawa terbahak-bahak melihat mereka berkelahi.
Kedua sahabat melihat bahwa mantel tersebut berwarna merah di satu sisi dan biru di sisi lain dan menyadari bahwa mereka telah dipermainkan oleh sang penipu. Mereka kemudian berkata, "Kami telah hidup berdampingan seperti saudara sepanjang hidup kami dan Kau telah memulai sebuah peperangan di antara kami."
"Jangan salahkan aku untuk perkelahian kalian," kata sang penipu.
Kalian berdua sama-sama benar dan sama-sama salah sebab kalian hanya memandang sesuatu dari satu sisi, dari sudut pandangnya sendiri dan langsung merasa anda yang paling benar. Kalian tidak berusaha mempertimbangkan untuk melihatnya dari sudut pandang yang lain."
Itulah sepenggal kisah yang dapat kita petik sebuah hikmah yang terkandung di dalamnya…
tulah salah satu sifat dan kelemahan manusia… merasa dirinya selalu yang paling benar tanpa berusaha untuk melihat sesuatu dari sudut pandang yang lain…dan terkadang mereka memaksakan kehendak dan pandangan mereka tanpa berusaha untuk bersikap lebih bijak::
Sedikit saja ada perbedaan dapat memecah satu hubungan baik yang telah terjalin selama ini..
Padahal yang namanya perbedaan itu adalah suatu yang biasa dalam hidup ini bila diterima dengan kedewasaan. Tidak mungkin ada manusia yang benar-benar sama/mirip, dan hal itu telah Allah SWT buktikan pada anak kembar… Walaupun mereka kembar identik, mereka tidak pernah sama 100%.
Seharusnya perbedaan itu dapat menjadi suatu bentuk kesempurnaan dan dapat melengkapi kekurangan satu sama lainnya yang ada pada diri masing-masing bila perbedaan diterima dengan keikhlasan dan kelapangan jiwa, tanpa diliputi oleh rasa iri dan keegoisan…
Kita seharusnya sadar bhw kita merupakan makhluk yang didesain oleh Allah SWT dengan sempurna, kita memiliki akal sebagai alat berfikir, hati sebagai alat memahami, nurani sebagai alat interospeksi, syahwat sebagai penggerak tingkah laku dan hawa nafsu sebagai tantangan.
Kesemuanya itu dirancang untuk menghadapi medan kehidupan yang sulit. Dengan akal kita bisa memecahkan masalah yang sulit, dengan hati kita bisa menerima kenyataan yang pahit, dengan nurani kita bisa mundur selangkah demi memperbaiki diri, dengan syahwat membuat kita dinamis mencari dan dengan hawa nafsu kita menjadi tertantang untuk mampu mengendalikan diri.
Be Wise and Emotionally Intelligent ! And always Have A Positive Thinking!
Semoga Allah selalu memberi kita taufik dan hidayah-Nya dalam hidup ini sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang tertipu dan terperdaya.
♫♥*❤ SEBUAH KISAH DARI AFRIKA•
WASSALAMUALAIKUM :D

4 Perkara yang dirindukan surga

4 Perkara yang dirindukan surga 


1) Istiqomah membaca al Quran


2) Menjaga Lisan dari perkata nista


3) Menyantuni orang yang lapar


4) Puasa di Bulan Ramadhan.

(Kajian SKI SMAN3,30 Juli 2011)



Senin, 21 Februari 2011

Gila-gilaan bersama gina......... :)

satu tambah satu sama dengan dua
dua tambah dua sama dengan empat
dan begitu seterusnya ...

satu kali satu sama dengan satu
dua kali dua sama dengan empat
tiga kali tiga sama dengan berapa hayoooo??

sembilan?
salah wekkkkkkk -___-

seng bener 1250.......(gk percya,,slhkn tanya ke tukang FOTO terdekat!!!!!!hwahahahahha)

karya : Ghina Septina dan Rena Ratri
 

It`s My Blog | Designed by www.rindastemplates.com | Layout by Digi Scrap Kits | Author by Your Name :)